MIToS 1

Posted by drbella pada Desember 16, 2007

Pengetahuan seputar seks seringkali didapat dari mulut ke mulut. Tak banyak orang yang mencari tahu lewat buku-buku atau bertanya langsung ke dokter.

Nah, karena itu lah banyak mitos-mitos seputar seksyang jadi keliru. Biar nggak terjebak dengan anggapan-anggapan yang salah itu, simak artikel ini:

Ternyata… Bercinta saat mentruasi tetap saja berisiko hamil

Banyak pasangan beranggapan, melakukan hubungan seksual pada saat sang wanita menstruasi tak akan menyebabkan kehamilan. Mitos itu timbul dengan logika, menstruasi menandakan saat sel telur mati. Pada saat tersebut tubuh sedang mempersiapkan sel telur baru sehingga pada masa tersebut tak ada sel telur yang bisa dibuahi oleh sperma.

Kenyataannya: Asumsi ini sebenarnya cukup bisa diterima. Pada beberapa situasi, asumsi ini tidak terlalu meleset. Situasi yang dimaksud adalah menstruasi benar-benar teratur dan sang wanita benar-benar mengetahui masa ovulasinya.

Tapi, mitos ini bisa menjadi bumerang karena, sperma dapat bertahan di vagina selama tujuh hari dan telur bisa bertahan selama tiga hari. Jika periode menstruasi seorang wanita tidak benar-benar teratur, maka bisa saja Anda salah perhitungan. Jadi, jika tidak benar-benar mengetahui kapan siklus haid pasangan Anda dengan tepat, sebaiknya jangan berspekulasi.

Ternyata… Senggama terputus tidak efektif hindari kehamilan

Salah satu cara kontrasepsi yang dianggap paling efektif adalah senggama terputus. Sebelum sang pria ejakulasi, senggama dihentikan agar sperma tidak masuk ke dalam saluran telur. Dengan begitu, diharapkan pembuahan tidak terjadi.

Kenyataannya: semua pria mengalami pre-ejakulasi. Pada pre-ejakulasi ini pria mengeluarkan cairan yang juga megandung sperma hidup. Sperma hidup ini juga punya kesempatan yang besar untuk membuahi telur. Jadi, metode senggama terputus tak menghilangkan risiko kehamilan begitu saja. Ejakulasi di dalam vagina memang memperbesar kemungkinan kehamilan, tapi senggama terputus juga tetap berisiko menimbulkan pembuahan.

Ternyata… Mengkhayalkan hubungan sejenis tak akan membuat orientasi seksual berubah

Masalah hubungan sejenis memang masih merupakan sesuatu yang tabu. Ketika seseorang membayangkan hubungan sesama jenis dan menikmati fantasi itu, perasaan khawatir langsung menyelimuti. Apakah lama-lama dirinya akan memiliki perilaku seks menyimpang?

Kenyataannya: Namanya juga fantasi. Semua orang bisa mengkhayalkan apapun. Mengkhayalkan Anda bermesraan dengan pasangan sesama jenis tak akan membuat Anda menjadi homoseksual atau bukan juga tanda-tanda ke arah tersebut. Khayalan dan kenyataan sangat berbeda. Seseorang bisa berkhayal apapun, bahkan sesuatu yang sangat tidak mungkin untuk dilakukan sekalipun.

Jika perasaan tersebut terus-terusan menghantui, jangan ragu untuk membicarakan hal tersebut lebih lanjut. Jangan mudah percaya akan sesuatu yang hanya rumor atau mitos belaka. Cari referensi yang lebih pasti atau kunjungi konselor profesional.

Ternyata…. Ukuran penis bukanlah segalanya

Sudah menjadi anggapan umum, terutama di kalangan pria kalau penis besar adalah kebanggaan tersendiri. Para kaum adam ini pun kerap kali membanggakan diri jika menganggap ukuran penisnya lebih besar ketimbang teman-temannya.

Kenyataannya: Mikropenis adalah suatu kondisi medis di mana seorang pria memiliki ukuran penis yang kecil dan mempengaruhi kemampuan penetrasinya. Tapi kondisi ini jarang sekali terjadi.

Banyak cara untuk melakukan penetrasi yang sukses dengan ukuran penis yang tidak terlampau besar. Anda hanya perlu menyiasati posisi dan cara bercinta yang tepat untuk Anda dan pasangan. Seringkali orang beranggapan kepuasan wanita hanya bergantung dari penetrasi. Anggapan itu tak sepenuhnya benar, banyak cara untuk membuat hubungan seksual Anda lebih hangat daripada hanya mengandalkan penetrasi semata.

Penis besar kadang malah ‘menakutkan’ dan menyakitkan bagi sebagian wanita. Perlu lebih banyak waktu dan usaha bagi wanita untuk menyesuaikan diri dengan pasangan yang memiliki penis besar.

Ternyata…. Wanita tak selalu ingin orgasme berulang

Selama bercinta wanita memang bisa melakukan orgasme sampai beberapa kali. Pria pun sering beranggapan dirinya sukses ‘memuaskan’ wanita jika bisa membuat pasangannya orgasme sampai berkali-kali.

Kenyataannya: Hanya karena wanita bisa melakukan orgasme lebih dari satu kali selama bercinta, bukan berarti mereka memang menginginkannya. Umumnya, satu kali orgasme sudah dianggap cukup oleh wanita. Orgasme untuk kedua kalinya pun masih dianggap menyenangkan bagi para kaum hawa. Namun kalau sampai berkali-berkali, hal tersebut justru akan membuat wanita bosan, kecuali pasangan Anda memang benar-benar menginginkannya atau memintanya.

Beberapa mitos-mitos yang keliru seputar seks sudah dibahas di atas. Cuma itu saja? Tentu tidak, tunggu kelanjutannya!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: