mitos 2

Posted by drbella pada Desember 16, 2007

10 Mitos

Cewek hanya bisa hamil kalo saat bersenggama, orgasmenya bareng (orgasme pada saat bersamaan).

MITOS
Secara ringkas, konsep kehamilan kurang lebih seperti ini.. Cewek sebulan sekali memproduksi sel telur yang tersimpan dalam rahimnya. Saat bersenggama, cowok memuncratkan mani yang berisi jutaan (mungkin miliaran) sel sperma. Nah, sel sperma yang super banyak ini berlomba-lomba berenang masuk ke dalam rahim untuk mencapai sel telur yang ada di sana. Begitu sel sperma pertama mencapai sel telur, terjadi proses yang namanya pembuahan. Ini merupakan awal kehamilan, karena sel telur yang udah dibuahi tadi akan tumbuh menjadi janin, lalu pada saatnya, tumbuh jadi bayi. Sel-sel sperma yang lain udah nggak berfungsi lagi, soalnya yang dibutuhin dalam pembuahan sel telur emang cuma satu aja. Jadi pernyataan “kalo orgasmenya nggak bareng, maka nggak akan hamil” itu cuma mitos belaka. Bohong besar itu. Saat orgasme, cewek nggak mengeluarkan apa-apa kok (kecuali cairan vagina yang lebih banyak). Bahan baku yang dibutuhkan cewek untuk kehamilan (yaitu sel telur) emang nggak dikeluarin ke mana-mana, tapi diam aja dalam rahimnya. Jadi jangankan “nggak bareng”, walau si cewek nggak orgasme pun, kehamilan bisa terjadi kalo saat itu dia lagi punya sel telur.

FAKTANYA
Orgasme pada cewek membantu meningkatkan kemungkinan terjadinya kehamilan. Karena orgasme meningkatkan aliran darah ke organ-organ reproduksi cewek, supaya berfungsi lebih optimal. Selain itu, gerakan-gerakan otot vagina dan mulut rahim pada saat orgasme membantu “menghisap” mani ke dalam rahim. Jadi mempercepat sel-sel sperma untuk mencapai sel telur. Informasi tambahan: Kalo nggak dibuahi oleh sel sperma, sel telur ini akan mati dan terbuang bersama lapisan dinding rahim yang melindunginya. Inilah yang terjadi dalam proses menstruasi. Darah yang keluar itu (kadang berbentuk seperti potongan daging, karena begitu kentalnya) adalah lapisan dinding rahim yang dibentuk untuk melindungi sel telur yang dibuahi. Jadi kalo nggak dibuahi, ya dibuang semua.

Cowok kamu bilang, “Nggak bakal bunting deh, Yang. Kan nanti sebelum ngecret aku cabut. Terus aku keluarin di luar.”

MITOS
Salah besar nih! Ada dua alasan. Pertama, banyak cowok yang kurang bisa mengendalikan diri akibat kenikmatan tiada tara mendekati ejakulasi. Akhirnya jadi telat dicabut sehingga maninya terlanjur tumpah di dalam vagina, atau lebih parah lagi, malah nggak dicabut sama sekali. Ini sangat beralasan, karena kenikmatan ejakulasi di dalam vagina itu nggak ada yang ngalahin. Apalagi sambil ceweknya dipeluk erat penuh cinta (kalo ML-nya atas dasar cinta). Apalagi kalo orgasme bareng. Waa, nikmat, Bo!

Alasan kedua
katakan si cowok penuh kendali dan mencabut penisnya sebelum ejakulasi, lalu ditumpahkan di luar, sesuai janjinya. Tetap aja risiko hamil ada. Kenapa gitu? Karena kalo kalian perhatiin, mungkin saat foreplay (bermesraan dan saling rangsang sebelum senggama) penis si cowok dimainkan dengan tangan, ada lendir bening yang nggak terlalu kental keluar dari penis. Tanpa foreplay pun lendir ini akan keluar saat dan selama bersenggama. Di sini nggak ada namanya. Dalam bahasa Inggris, namanya pre-cum. Dalam bahasa Arab, namanya madi (bukan mani). Kita sebut aja pra-mani. Nah, pra-mani ini berfungsi sebagai pelumas, seperti cairan vagina yang dikeluarkan oleh cewek sebelum dan selama bersenggama. Ini yang mungkin orang banyak nggak tahu, bahwa sesungguhnya dalam cairan pra-mani ini juga terdapat sel-sel sperma yang bisa membuahi sel telur yang ada dalam rahim cewek. Memang jumlahnya nggak sebanyak yang terdapat dalam mani yang muncrat tumpah ruah saat ejakulasi. Tapi tetap aja yang sedikit itu bisa mengakibatkan kehamilan. Soalnya “sedikit”nya itu bisa 100-1000 sel sperma. Padahal untuk pembuahan cuma perlu satu sel aja.

Cewek bilang, “Nggak mungkin dong aku tidur ama abangmu! Kan dia udah terbukti mandul!” atau sebaliknya, “Mana mungkin aku bisa hamil ? Suamiku kan impoten.”

MITOS

Bukan mitos juga sebenernya. Lebih tepatnya mungkin “salah persepsi”. Nggak bisa membedakan antara mandul dengan impoten. Mandul adalah kondisi di mana cowok nggak bisa memproduksi sel-sel sperma. Jadi walaupun penisnya sanggup menegang keras dan sanggup memuncratkan mani yang berlimpah saat senggama, tetap aja nggak terjadi kehamilan. Soalnya maninya nggak mengandung sel sperma barang sebiji pun! Istilah kasarnya, peluru kosong. Impoten adalah kondisi di mana penis cowok nggak bisa berdiri (ereksi), dan sebagai akibatnya, nggak bisa melakukan senggama. Tapi walaupun begitu, belum tentu dia nggak bisa memproduksi sel-sel sperma. Jadi dia tetap bisa menghamili cewek. Tapi caranya nggak melalui senggama dengan muncratan mani yang menggairahkan. Melainkan melalui proses inseminasi buatan (istilah populernya: bayi tabung). Kesimpulannya, cowok mandul bisa bersenggama tapi nggak bisa menghamili. Sementara cowok impoten nggak bisa bersenggama tapi bisa menghamili.

Cowok jangan sering pake celana dalam ketat. Ntar jadi mandul.

FAKTA
Emang bener gitu. Buah zakar cowok berfungsi membentuk dan menampung mani yang berisi sel-sel sperma, sebelum dimuncratkan melalui penis saat ejakulasi. Sel-sel sperma ini terbentuk atas asam amino (seperti yang membentuk protein) yang sangat rentan (mudah rusak) terhadap panas dan asam. Nah, kalo cowok pake celana dalam dan/atau celana luar yang ketat, sirkulasi udara di daerah itu kan jadi sangat minim. Akibatnya panas dari tubuh kita sendiri nggak pergi ke mana-mana dan daerah sekitar selangkangan itu jadi panas. Jadi pada mampuslah sel-sel sperma si cowok itu. Berkaitan dengan itu, sering-sering mandi air panas dan nongkrong di sauna (mandi uap) juga mempunyai akibat yang sama. Ilustrasi tambahan: Kenapa kalo di tempat dingin seperti Puncak kita cenderung merapatkan selimut ke badan kalo tidur? Maksudnya sebenernya untuk meminimalkan sirkulasi udara di sekitar tubuh kita, supaya panas dari tubuh kita nggak lari ke mana-mana, sehingga badan kita jadi anget dan nggak kedinginan lagi.

Cewek kamu bilang, “Aku nggak mau ah kamu muncratin di mulut. Kalo manimu ketelen, nanti aku bunting lagi!”

MITOS
Ini salah besar ! Kemungkinan terjadinya kehamilan kalo cewek menelan mani cowok adalah satu banding sejuta trilyun. Nggak ada ya angka sejuta trilyun? Ya, makanya, itu cuma ilustrasi aja bahwa itu hanya bisa terjadi kalau ada keajaiban. Secara ilmiah, itu mustahil terjadi. Kenapa gitu? Soalnya, walaupun posisinya nggak jauh, tapi jalurnya sama sekali nggak nyambung. Dari mulut, jalurnya ke kerongkongan – lambung – usus halus – usus besar terus keluar lagi ke anus. Ada sih belokan-belokan kecil ke ginjal – kandung kemih terus keluar ke saluran kencing. Sementara dari vagina, jalurnya ke mulut rahim terus langsung masuk ke rahim. Antara liang vagina dengan saluran kencing, walaupun posisinya nempel atas-bawah, tapi nggak ada hubungannya sama sekali juga. Karena jalur-jalur itu sama sekali nggak ada hubungannya, maka nggak ada kemungkinan sel-sel sperma yang masuk lewat mulut bisa nembus ke rahim dan ketemu dengan sel telur untuk terjadi pembuahan. Katakanlah, kalo mau ngeyel (nekat bersikeras), ada yang bilang, usus dengan rahim itu posisinya nempel. Mungkin aja sel-sel sperma bisa nembus dinding usus dan dinding rahim secara osmosis lalu ketemu ama sel telur. Untuk menjawab itu, sebagai ilustrasi, daging steak atau rendang yang kita makan akan tiba di lambung untuk dihancurkan oleh berbagai macam enzim dan asam lambung dan entah apa lagi sampe terurai jadi asam lemak dan asam amino untuk masuk ke dalam usus halus dan diserap oleh darah untuk didistribusikan ke seluruh tubuh. Itu daging utuh yang masih berbentuk serat-serat kasar (sehalus apa sih gigi kita bisa menghancurkan potongan daging itu?) Apalagi sperma yang cuma berbentuk sel? Apa nggak kerebus tu benda begitu nyampe di lambung? Jadi kesimpulannya, tetep aja nggak mungkin cewek hamil akibat menelan mani.

Informasi tambahan
Ini mungkin lebih diarahkan untuk para cewek. Betul nggak kalo aku bilang, setelah bersenggama, cewek suka banget dipeluk mesra, dibelai rambutnya, dicium lembut di kening dan mata, diberi pujian ringan (tapi nggak ngegombal) mengenai kulitnya, matanya, bibirnya, rambutnya atau bentuk tubuhnya. Apalagi kalo senggamanya atas dasar cinta dengan suami atau pacar seriusnya. Yang aku sebutin itu mungkin hanya sedikit dari begitu banyaknya variasi seks (sebelum, selama maupun setelah senggama) yang disukai cewek. Sebaliknya, memuncratkan mani di mulut atau di buah dada adalah variasi seks yang sangat disukai oleh cowok. Emang antara cowok dengan cewek beda banget. Bagi kalian (cewek) mungkin keberanian cowok untuk menjilati vagina dan menghisap lendir vagina nggak ada artinya dibanding kesadaran untuk melakukan sentuhan-sentuhan lembut yang kupaparkan di atas tadi. Tapi bagi kami (cowok) keberanian cewek menerima muncratan mani di mulut, apalagi menelannya, sangat berarti dan sangat disukai. Bagi yang bersenggama atas dasar cinta, tindakan ini bisa mempertebal cinta si cowok terhadap si cewek, dengan dasar pikiran, “Gile, ni cewek begitu percaya dan begitu cintanya ama gue, sampe mau nelen mani gue! Gue jadi makin cinta aja ama doi!” Jadi, ini sih saran aja, mau diikutin mau enggak, ya terserah.. belajarlah menikmati variasi seks yang agak brutal ini. Awalnya mungkin agak mengejutkan, tapi lama kelamaan bisa dinikmati kok. Sama aja kayak senggama. Pertama emang sakit. Tapi lama-lama nikmat dan ketagihan ‘kan?

Cowok kamu bilang,. . . “Itu bukan anakku ! Emang kita sering senggama, tapi aku kan selalu pake kondom ! Jadi nggak mungkin aku ngebuntingin kamu !”

MITOS
Senggama pake kondom TIDAK menjamin si cewek nggak akan hamil! Kondom sangat efektif mencegah kehamilan dan penularan penyakit kelamin, tapi nggak seratus persen. Kalo dibaca dengan seksama di kotak atau booklet yang ada dalam kotak kondom, selalu (aku belum baca semua merek sih, tapi kuasumsikan semua begitu, untuk menghindari tuntutan dari konsumen) ada pernyataan bahwa kondom ini nggak seratus persen mencegah kehamilan dan penularan penyakit. Ada yang memberi pernyataan bahwa “Pada percobaan laboratorium, 97% tidak pecah dan tidak sobek” atau ada juga yang lebih halus dengan menggunakan kata-kata “efisien dalam melindungi..” atau “sangat efektif sebagai alat pencegah..” Kata-kata “efisien” dan “efektif” itu adalah pernyataan halus bahwa kondom yang kalian pake ini nggak sempurna melindungi 100%. Nggak mungkin ada yang berani menyatakan “pasti melindungi..” atau “100% sempurna mencegah..” atau yang sejenis itu. Berkaitan dengan ini, nggak ada alat kontrasepsi jenis apa pun yang 100% sempurna mencegah kehamilan. Baik itu pil, spiral, suntik, susuk. Apa pun!

Cowok kamu bilang. . . . “Kita kan nggak sampe senggama. Aku cuma gesek-gesekin penisku di luar vaginamu, sampe akhirnya maniku muncrat tumpah ruah di atas vaginamu. Kok kamu bisa bunting sih ?”

FAKTA
Emang bisa. Makanya hati-hati. Walaupun kalian nggak sampe senggama, dalam arti nggak sampe masukin penis ke dalam vagina, tapi kalo mani si cowok dimuncratin di vagina si cewek (walaupun hanya di luarnya), tetep aja ada kemungkinan ada sel-sel sperma yang selamat dan berhasil berenang masuk ke dalam bibir vagina, terus melalui liang vagina sampai masuk ke rahim dan ketemu ama sel telur yang kebetulan udah nunggu di sana. Harap dicatat bahwa kemungkinan ini tidak kecil! Selemah-lemahnya sel sperma itu, tapi ada aja yang cukup kuat untuk bertahan dan mencari jalan hingga mencapai bagian yang cukup basah dan lembab untuk menunjang kehidupan dan perjalanannya menuju rahim. Apalagi kalo dalam gairah yang ditimbulkan itu vagina si cewek sampe basah banget, dalam arti cairan vaginanya sampe keluar dari bibir vagina, maka sel sperma si cowok akan dapat kesempatan yang cukup besar untuk bisa selamat dan berenang ke dalam vagina. Satu catatan lagi, ini juga tetap bisa terjadi walaupun si cewek masih perawan. Sebab selaput dara cewek itu bukan merupakan selaput utuh yang menutupi seluruh liang vagina. Selaput ini ada lubangnya di tengah ( biasanya bentuknya bergerigi ). Logis aja, kalo nggak ada lubangnya, gimana caranya darah menstruasi bisa keluar dari rahim ke mulut vagina ? Jadi hati-hati kalo melakukan heavy petting ( bermesraan yang sangat bergairah ) walaupun nggak sampai senggama

Cewek kamu bilang. . . . “Aduuh, kita kan udah pake sistem kalender. Kok aku masih bunting juga sih ?”

FAKTA !
Bagi yang belum tahu, sistem kalender maksudnya hanya melakukan senggama di tanggal-tanggal “aman” yaitu sekitar 3 hari sebelum dan sesudah menstruasi si cewek. Tanggal-tanggal ini “dianggap” aman karena pada saat itu “seharusnya” dalam rahim si cewek tidak ada sel telur yang hidup dan siap dibuahi. Tapi ya itulah. Kehamilan tetap bisa terjadi. Sebab seperti kuberi penekanan di atas, tanggal-tanggal ini memang tidak pasti aman. Kenapa gitu, kan nggak ada sel telur yang hidup? Nah, di sinilah letak kesalahannya. Emangnya siapa yang tahu pasti bahwa saat itu nggak ada sel telur yang hidup? Pembentukan sel telur, ketahanan hidupnya dan jadwal matinya sel telur kalo nggak kunjung dibuahi, sangat variatif dan nggak tentu, tergantung kondisi tubuh si cewek. Soalnya semua itu diatur oleh hormon-hormon dalam tubuh si cewek. Sementara aktivitas hormon sangat dipengaruhi oleh kondisi fisik dan psikis si cewek, antara lain kesehatannya, tingkat emosinya, stres atau enggaknya si cewek, makanannya, dan masih banyak faktor lainnya. Jadi metode ini sangat nggak bisa ditebak. Bahkan, penelitian menyatakan, senggama yang dilakukan saat si cewek menstruasi pun masih bisa menimbulkan kehamilan. Padahal saat itu kan sel telur jelas-jelas udah mati dan dibuang bersama lapisan dinding rahim. Emang betul, tapi sel sperma yang masuk saat ejakulasi ternyata ada yang sanggup bertahan walau dalam kondisi berat penuh pendarahan seperti menstruasi. Jadi saat menstruasi selesai, masih ada sel sperma yang selamat di liang vagina, mulut rahim atau di dalam rahim. Jadi saat sel telur terbentuk, udah ada sperma yang siap membuahinya. Senggama saat menstruasi juga sangat tidak disarankan karena alasan lain. Gesekan-gesekan antara penis dengan vagina bisa menimbulkan iritasi (lecet) pada dinding vagina. Sebenernya ini umum banget terjadi, tapi di sebagian besar waktu, hal ini nggak terlalu dirasain ama si cewek. Nikmatnya aja yang terasa. Kadang-kadang terasa juga vaginanya agak perih, tapi dicuekin. Nah, berkaitan dengan menstruasi, kalo terjadi iritasi pada dinding vagina saat darah kotor sedang keluar deras melewati vagina, iritasi itu akan menjadi infeksi dan sangat mudah terjangkiti penyakit.

Jangan sering-sering masturbasi. Entar jadi mandul lho!

MITOS
Nggak ada hubungannya masturbasi ama kemandulan. Logikanya, masturbasi dengan senggama hanya beda metode. Yang satu pakai tangan untuk mengocok penis, yang satu penisnya dimasukkan ke dalam vagina. Lalu hasil akhirnya sama, penis mengalami ejakulasi. Apa terus kalo cowok sering senggama akan jadi mandul? Enggak ‘kan?

FAKTANYA
Hubungan paling dekat adalah masalah psikologis, dan ini pun bukan mengakibatkan kemandulan. Paling mungkin mengakibatkan ejakulasi dini. Kenapa gitu? Masturbasi banyak dilakukan remaja usia muda, lebih umum pada cowok. Biasanya dilakukan secara diam-diam. Kalo keadaan lokasi kurang aman (misalnya di rumah), akan ada rasa takut ketahuan oleh anggota keluarga lain, terutama orang tua. Jadi masturbasi dilakukan dengan terburu-buru dan ingin cepat selesai (cepat keluar). Ini bisa mengakibatkan ejakulasi dini yang bisa terus terbawa sampai dewasa. Akhirnya saat senggama, baru setengah menit dikocok oleh vagina (yang jauh lebih nikmat daripada tangan sendiri), udah muncrat ke mana-mana tu mani!

Nggak ada cara senggama, dengan perlindungan atau metode apa pun, yang 100% aman dari risiko kehamilan.

FAKTA
Dari pembahasan-pembahasan di atas, jelas memang, nggak ada cara apa pun yang “dengan pasti” akan mencegah kehamilan. Pokoknya kalo senggama, pasti ada kemungkinan hamil. Terus gimana dong, biar nggak hamil? Ya gampang aja, jangan senggama! Hubungan seks itu banyak variasinya dengan berbagai tingkat kenikmatan. Dari saling menggenggam tangan, sampai oral sex (jilat vagina atau hisap penis). Kalo emang belum siap, pake aja dulu cara-cara lain selain senggama. Kalo emang udah siap nanggung risikonya, ya silakan bersenggama. Siap di sini artinya, melakukan semua usaha pencegahan yang bisa dilakukan, antara lain, pake kondom, atau minum pil KB, atau pake sistem kalender, atau cara-cara lainnya, atau gabungan dari cara-cara itu. Tapi kalo ternyata hamil juga, ya siap menghadapinya. Artinya, bagi yang tabu melakukan aborsi, ya siap melahirkan dan mengurus bayi itu, apa pun risikonya. Bagi yang tidak takut melakukan aborsi, mungkin pilihannya bisa menggugurkan kandungannya. Intinya, semua itu adalah pilihan dan keputusan masing-masing. Soalnya, melakukan senggamanya juga merupakan pilihan dan keputusan kalian sendiri ‘kan? Maka, menghadapi konsekuensi dan akibat yang timbul dari senggama itu harus juga merupakan pilihan dan keputusan kalian sendiri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: